Mengenal Kepribadian Introvert, Asosial, dan Antisosial. Waspada, Salah Satunya Butuh Penanganan Serius!



Ada berbagai tipe kepribadian manusia dalam interaksinya dengan keadaan sekitarnya. Mungkin Kamu pernah mendengar kepribadian introvert yang tertutup dan lebih suka menyendiri. Bagaimana dengan Asosial dan Antisosial? Salah satu diantara ketiga hal tersebut ternyata berdampak negatif dan butuh penanganan serius.

Ketiga tipe kepribadian di atas ternyata punya berbagai ciri, penyebab, atau pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Apa perbedaan antara introvert, asosial, dan antisosial? Yuk, Kita simak ulasannya di bawah ini!

1. Introvert

Seorang yang introvert bukan berarti tidak mau bersosialisasi. Orang yang menilai pribadi introvert cenderung menganggap mereka pemalu atau tertutup. Berbeda dengan extrovert yang lebih spontan dan percaya diri mengungkapkan pendapatnya, tipe introvert biasanya cenderung berhati-hati. Mereka akan berpikir dahulu sebelum berbicara, memilih apa yang perlu diungkapkan atau tidak sama sekali.

Tidak selalu bersifat negatif, tipe kepribadian introvert ini biasanya lebih cenderung menggunakan lobus frontalis yaitu bagian otak yang berfungsi untuk mengingat, merencanakan, memikirkan gagasan atau ide, atau mencari penyelesaian masalah. Oleh karena itu, beberapa seperti meneliti, membaca, atau menulis cocok untuk tipe introvert ini.

Dalam bersosialisasi, tipe introvert lebih nyaman melakukan interaksi empat mata dibandingkan sekelompok orang. Bagi introvert, interaksi dengan sedikit orang jauh lebih bermakna dan bermanfaat baginya. Jangan heran kalau tipe ini hanya berinteraksi seperlunya saja dengan orang lain.

Jadi, intovert merupakan salah satu ragam tipe kepribadian dan bukan merupakan gangguan kepribadian. Keadaan ini terjadi karena beberapa faktor internal maupun eksternal
Tak perlu malu menjadi orang yang introvert, Kamu bisa mengembangkan diri dengan menekuni bidang yang disukai, kembangkan, lalu berbagilah pada orang lain dengan minat yang sama. Kamu juga bisa menuliskan hal yang tak bisa diungkapkan kata-kata lewat tulisanmu.

Menikmati me time sendiri dan buatlah nyaman dengan dirimu. Mulailah berinteraksi secara sederhana dengan orang lain dan jika perlu belajarlah public speaking. Tak perlu rendah diri dan memikirkan perkataan orang lain tentang introvert yang tertutup dan pemalu, Kamu bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan versimu sendiri.


2. Asosial

Seseorang dengan tipe asosial biasanya tak ingin ada interaksi yang nyata dengan orang lain. Jika introvert dapat berinteraksi dengan orang lain, meski hanya interaksi yang seperlunya, ternyata asosial sama sekali tak bisa berinteraksi dengan yang lain.

Asosial merupakan disfungsi kepribadian yang ditandai dengan menarik diri dan menghindari interaksi sosial apapun. Biasanya asosial merupakan seseorang yang tidak peduli orang lain dan terkadang bersikap kasar.

Meski terkadang disangka kasar, tetapi asosial tidak membenci orang tersebut. Ia hanya membenci keadaan dengan banyak orang yang ada di dalamnya. Asosial bahagia dengan dirinya sendiri karena ia butuh jarak secara fisik dan emosi dari siapa pun.

Bahkan asosial tak mau menghubungi orang lain karena tak punya keinginan untuk berinteraksi. Asosial merasa bahagia jika ia dapat menghindari orang lain. Oleh sebab itu, asosial tak menginginkan punya hubungan pribadi dengan siapa pun.

Sifat asosial yang ekstrem biasanya terjadi pada orang yang mengalami berbagai kondisi klinis tertentu, seperti depresi, bipolar, autisme, skizofrenia, social anxiety disorder, dan sindrom Asperger.


3. Antisosial

Antisosial digambarkan sebagai sikap yang menentang kebiasaan dalam masyarakat dan kepentingan umum. Antisosial merupakan gangguan kepribadian pada seseorang yang menyebabkan terjadinya penyimpangan perilaku dan dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu, serta bisa berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Antisosial atau yang lebih populer dikenal dengan nama psikopat atau sosiopat punya ciri khas dalam perilaku atau kepribadiannya, seperti tidak memiliki empati atau rasa kasihan terhadap orang lain, mengabaikan atau melanggar hak orang lain, merasa lebih hebat dari orang lain dan juga bersikap manipulatif. Seseorang yang antisosial menunjukkan perilaku membenci atau antagonisme terhadap orang lain maupun tatanan sosial.

Penyebab seseorang bersikap antisosial belum bisa ditentukan secara pasti karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor genetik, interaksi dalam lingkungan, dan kesalahan pola asuh.

Seperti dilansir aldodokter.com, ada faktor risiko yang mungkin bisa menyebabkan sikap antisosial, diantaranya melewatkan masa kanak-kanak dengan ditelantarkan atau dieksploitasi, berasal dari keluarga yang mengalami gangguan kepribadian antisosial, gangguan mental atau gangguan kepribadian lainnya, memiliki riwayat gangguan perilaku di masa kecilnya, masa kecilnya berada di lingkungan keluarga yang tidak harmonis atau sering menjadi korban tindakan kekerasan.

Seseorang yang antisosial tidak dapat berhubungan secara sehat dengan orang lain karena memiliki masalah dengan dirinya sendiri. Gangguan kepribadian ini merupakan kondisi kesehatan mental berat yang butuh penanganan serius.

Penanganan antisosial berupa terapi perilaku atau psikoterapi, dan harus seirng berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan. Jika ada gejala gangguan mental dan emosional tertentu, seperti cemas, sulit meredam emosi atau dorongan untuk melakukan hal yang buruk, maka dokter mungkin akan memberikan obat-obatan penstabil mood, obat penenang, atau antipsikotik.

Tujuan penanganan pada gangguan kepribadian antisosial ini untuk mencegah perilaku yang membahayakan diri dan orang lain, serta mendorong atau membimbing mereka agar mampu hidup bermasyarakat dengan baik.

Itulah ulasan mengenai sikap introvert, asosial, dan antisosial. Ternyata salah satu diantaranya butuh penanganan yang serius. Kenali ketiganya untuk tahu bagaimana cara terbaik mengatasinya.