Inspirasi Karakter Tokoh dengan Psikosis.




Psikosis-

Pernah bertemu seseorang yang sangat yakin terhadap sesuatu yang tidak ada dan tidak dialami orang lain? Atau seseorang yang suka berbicara sendiri? Ya, delusi dan halusinasi.

Kali ini, aku akan bahas sesuatu yang dapat kamu jadikan inspirasi untuk salah satu karakter tokoh pada ceritamu.

Yuk simak!

Delusi
Definisi delusi menurut KBBI V: delusi /de.lu.si/ délusi/ n Psi pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal.
Seseorang dengan delusi akan memiliki keyakinan kuat terhadap sesuatu, meskipun hal tersebut adalah salah atau bahkan mustahil.
Contoh: Seseorang begitu yakin bahwa dirinya adalah seorang raja di masa lalu yang bereinkarnasi.
Delusi yang berkombinasi dengan halusinasi dapat menyebabkan perubahan perilaku orang tersebut. Ini akan berdampak buruk pada hubungan dengan lingkungan sekitar jika perubahan perilakunya cukup parah.

Halusinasi
Definisi halusinasi menurut KBBI V: halusinasi /ha·lu·si·na·si/ n Psi pengalaman indra tanpa adanya perangsang pada alat indra yang bersangkutan, misalnya mendengar suara tanpa ada sumber suara tersebut.
Halusinasi adalah suatu kondisi ketika seseorang dapat mendengar, melihat, atau merasakan hal-hal yang sesungguhnya tidak ada. Namun, yang paling umum terjadi adalah halusinasi yang berkaitan dengan pendengaran. Halusinasi ini merupakan dampak atau akibat dari delusi.

Gejala di atas adalah tanda seseorang dengan psikosis. Psikosis adalah gangguan mental yang mengakibatkan seseorang tidak bisa membedakan realita dengan fantasi. Maka seorang dengan psikosis selalu mempunyai realita sendiri menurut apa yang diyakininya.

Psikosis merupakan sekumpulan gejala yang berhubungan dengan gangguan psikiatri lainnya, seperti ; skizofrenia, bipolar, stroke, alzheimer, dan lain-lain. Jadi psikosis bukanlah suatu penyakit. Namun, hanya salah satu gejala pada seseorang yang menderita suatu penyakit psikiatri. Maka untuk dapat mendiagnosa bahwa seseorang mengalami gangguan psikiatri tersebut, diperlukan gejala lain untuk dapat memastikan meski psikosis merupakan gejala utamanya.

Tanda-tanda yang dialami oleh seorang dengan psikosis
Selain delusi dan halusinasi, ada beberapa tanda-tanda lainnya yang dialami seorang dengan psikosis, di antaranya:
• Depresi
• Sulit berkonsentrasi
• Terlalu banyak tidur atau kurang tidur
• Kesulitan berkomunikasi
• Menarik diri dari lingkungan
• Cemas yang berlebihan
• Kebingungan
• Muncul pikiran untuk bunuh diri
• Dll

Gejala-gejala pada psikosis meliputi gangguan daya nilai realitas, fungsi mental, juga respon perasaan kepada sekitar. Ini akan sangat berpengaruh pada hubungan antara individu tersebut dengan lingkungan.

Penyebab psikosis
Ada beberapa contoh penyebab seseorang mengalami psikosis, di antaranya:
• Psikosis yang disebabkan oleh obat-obatan, narkoba atau alkohol.
• Psikosis organik, jenis psikosis yang disebabkan oleh faktor-faktor fisik, seperti; cedera pada otak, dll.
• Psikosis yang disebabkan oleh faktor stres atau suatu penyakit psikiatri.
Setiap kasus psikosis berbeda-beda dan belum diketahui penyebab pastinya.

Pengobatan Psikosis
Penderita psikosis harus segera ditangani. Jika dibiarkan lama, maka ini akan semakin memburuk dan berdampak menurunnya kemampuan penderita dalam hubungan sosial dengan lingkungan keluarga atau pekerjaan.

Cara penanganan pada pasien psikosis berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Biasanya dokter akan memberikan beberapa macam obat-obatan dan juga terapi.

Pemberian obat antipsikotik harus dibawah pengawasan doktor karena dosis setiap pasien berbeda. Tergantung pada usia dan gejalanya.
Psikoterapi. Terdapat beberapa psikoterapi yang dapat dilakukan meliputi:
Cognitive behavioural therapy (CBT) atau dengan kata lain terapi perilaku kognitif. Pasien akan dibuat mengerti akan keadaan dirinya agar si pasien dapat berlatih mengendalikan diri.

Selain obat-obatan dan terapi, dorongan orang terdekat sangatlah penting bagi pasien untuk dapat sembuh.

Nah, itu dia sedikit penjelasan mengenai psikosis dan ciri-cirinya yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk tokoh pada cerita fiksimu. Semoga bermanfaat.