5 Tips Menyusun Opening yang Menarik! Pengarang Wajib Tahu.





Menyusun Opening yang Menarik. 


Kamu suka baca? Pasti sudah tak aneh lagi dengan opening atau kalimat pembuka. Biasanya opening yang menarik dan memikat menjadi daya tarik tersendiri untuk pembaca, sedikit saja kamu salah menulis dan membawai opening maka tamatlah sudah, mereka akan men-skip ceritamu.

Untuk editor sendiri, mereka biasanya menilai naskah juga dari opening. Memberi kesan kah? Atau justru membosankan?

Banyak pengarang lakukan agar opening mereka menarik. Terlalu keras memikirkan, terlalu sibuk mencari sempurna. Hasilnya? Ceritamu akan membosankan.
Hilangkan kebiasaan menggunakan prolog, tidak dilarang hanya saja sudah terlalu klise, kamu bisa bermain show and tell. Namun, hindari kalimat bertele-tele atau openingmu akan hancur.

Ada banyak cara yang biasanya pengarang lakukan untuk membuka sebuah cerita. Mulai dari konflik, deskripsi tokoh atau surat biasanya. Namun, yang harus kamu hindari adalah membuat pembuka dengan menggunakan tema cuaca seperti "Siang hari begitu cerah, udara bercampur debu ...." siap-siap ceritamu di skip oleh penburu naskah dari penerbitan. Lantas bagaimana membuat opening yang menarik dan mengundang minat baca? Berikut ulasannya.


1. Quotes

Ini paling sering dilakukan. Namun, terbukti ampuh mengundang minat baca. Seperti yang kita ketahui quote lebih diminati ketimbang yang lain. Bisanya mengandung makna dalam, mewakili isi cerita, isi hati si tokoh atau mungkin pemikiran sang pengarang. Maka tidak ada salahnya kamu membuka dengan sebuah quotes yang manis.

Contoh:
I trust you a better compliment than I love you, because you may not trust the person you love, but you can always love person you trust. —Daniel & Nicolette, MatchaMallow.

2. Konflik!

Jangan ragu membuka dengan konflik. Bawa pembacamu dalam adrenalin hati saat membaca. Tanpa konflik ceritamu akan mengambang, statis, tanpa tujuan. Konflik nggak melulu harus ada di tengah cerita. Sesekali kamu boleh membuat konflik ringan lalu kembali ke tulisan yang santai sebelum akhirnya kamu benar-benar memulai sebuah konflik.

Contoh:
Keputusanku untuk menjadi pengacara semakin kuat ketika kusadari ayahku membenci profesi hukum. (The Rain Maker, John Grisham)

3. Bumbui opening dengan sisi emosional. 

Baper! Itulah yang dicari pembaca terkhusus romance. Biasanya opening romance dimulai dengan bumbu emosional. Pengarang bisa mendeskripsikan isi hati sang tokoh saat patah hati, bagaimana gundah gulananya. Berikan celah bagi pembaca kamu untuk ikut merasakan bagaimama nelangsanya tokoh buatanmu, bagaimana remuk redamnya saat patah hati. Berani coba?

4. Kejutan/misteri. 

Opening ini biasanya ada dalam cerita bergenre Horor, Misteri atau Sci-fi. Buat pembacamu berhenti sesaat untuk memikirkan apa yang kamu tuju dalam teka-teki buatanmu. Jangan salah, ini tips opening menarik yang membuat cerita nagih untuk terus untuk dibaca.


5. Bukalah dengan dialog. 

Bukan dialog basa-basi. Bukan sekadar dialog. Dialog pembuka haruslah memperkuat tokoh atau menggambarkan sisi si karakter. Dialog yang dijadikan pembukaan cerita adalah dialog harus menarik, dialog harus menyimpan konflik, dialog harus membuat pembaca penasaran.

Contoh ringan:
"Aku tak mencintaimu," ucap seorang wanita berambut cokelat yang duduk di tepian sungai Thames, tempat favorit mereka selama ini. Wajahnya menunduk menghindari kontak mata dengan lelaki di hadapannya.

"Katakan bahwa ini hanya sebuah kebohongan belaka," desis si lelaki, matanya menatap tajam kepada wanita yang duduk tertunduk di hadapannya. —Manhattan In Love.

Demikianlah 5 tips menulis opening cerita menarik. Mungkin bisa menjadi referensi kamu saat akan memulai cerita baru baik novel, cerpen atau novelet. Kunci lainnya dalah memperbanyak bacaan, karena menulis tanpa membaca seperti tong kosong nyaring bunyinya. Semoga bermanfaat dan diaplikasikan. Salam literasi!